Deadly Weapon

Post kali ini saya akan membahas tentang senjata. Kita sering mengartikan senjata adalah alat / benda yang dapat digunakan untuk melukai atau menghancurkan sesuatu. Senjata sering dianggap sebagai alat destruktif yang sebenarnya dapat digunakan juga sebagai alat defensif atau melindungi diri. Jika kita lihat lebih lanjut, definisi senjata adalah suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan, dan juga untuk mengancam dan melindungi. Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata.

Banyak orang yg telah menghabiskan tenaga, uang dan waktu untuk menciptakan senjata paling mematikan di dunia. Namun sebenarnya, kita semua telah memiliki senjata alami didalam tubuh kita dan mungkin sering kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu senjata yang paling saya kagumi adalah:

WORDS

Sebuah satu kata saja dapat berakibat sangat fatal. Bayangkan berapa kali kita sudah menggunakan kata-kata yang telah menyakitkan orang secara sengaja maupun tidak sengaja. Ini lah berbahayanya sebuah kata-kata, kadang-kadang kita tidak dapat mengkontrolnya dan tanpa sadar kita telah melakukan sesuatu yang telah kita sesali.

Kekuatan kata-kata sangat besar, mulai hanya dari melukai hati seseorang, membuatnya jatuh sakit atau hingga membunuhnya. Saya sendiri telah melihat hasil mematikan dari kata-kata tersebut melalui pengalaman ayah saya. Ayah saya pernah bercerita bahwa suatu hari pegawai yang bekerja kepada ayah saya melakukan suatu kesalahan yang sangat merugikan perusahaan ayah saya. Tanpa sadar pun ayah saya memarahinya dengan kata-kata yang cukup tajam dan nada tinggi. Keesokan harinya, pegawai tersebut tidak masuk bekerja dan hal ini pun berlanjut untuk beberapa hari kedepan. Ternyata pegawai ini telah jatuh sakit dan dirawat dirumah sakit. Merasa bersalah, ayah saya pun datang untuk menjenguk, walaupun ia tidak meminta maaf karena ayah saya termasuk orang yang memiliki gengsi tinggi. Sesudah kejadian itu, ayah saya pun bekerja seperti biasa di hari-hari berikutnya namun dengan sayangnya suatu hari ayah saya pun menerima berita yg mengagetkan yang berisi bahwa pegawai ayah saya tersebut telah meninggal. Walaupun ia meninggal karena terserang penyakit, namun ayah saya tetap merasa bersalah karna ia merasa bahwa kata-katanya lah yang telah membuatnya jatuh sakit.

Di dunia ini banyak sekali orang sensitif dan mudah tersinggung dengan kata-kata. Hanya karna sebuah kata, kehidupan mereka dapat berubah menjadi lebih buruk. Mulai dari tidak makan seharian, tidak fokus pada pekerjaannya, mengurung diri di dalam rumah seharian hingga bunuh diri. Beberapa orang yang tinggal di lingkungan yang biasa menggunakan kata-kata kasar pun akhirnya memiliki kecacatan mental. Berikut adalah kutipan dari orang-orang yang pernah merasa tersakiti oleh kata-kata.

why do people each other with the harsh word?..my parents has thought me to not hurt others..

“Better keep silent..once people get hurt they won’t forget about it..
But then how about our feeling?..
I can easily crying because of those stupid words but it not gonna bring me down..
However it does affected my mood for the whole day..
To me, peoples with the harsh with is the people with no brain cell..
please think before you say anything..
be honest is good but please do in proper way..”

“It is funny that I saw this group tonight of all nights…. I have had to deal with some really harsh words tonight from someone really important in my life – probably one of the strongest influences in my life.  These words that were spoken tonight to me were spoken in anger, I know, but they were probably some of the meanest – if not THE meanest words that this person has ever said to me in my life!

The wound is really deep (and I am thankful for friends and family that have helped me tonight – and a very very very nice EP friend that is talking to me at 4am!) but I know my heart and I know my love for this person – I will forgive – even if they never ask for it….

I hope I remember this feeling forever – so that I will stop myself when I find that I am about to utter words that would wound someone so deeply….”

“Words are powerful you know. So powerful that it makes me cry to sleep and that it makes me think I am worthless, unloved, and non existent. Okay, honestly I am very sensitive (in many ways), I get hurt by words emotionally very easily. I may laugh it off, but when I’m alone or just quiet, I take those words seriously. I know, how immature of me to take those silly thing seriously, but hey. Those words are really hurtful, even if you don’t mean it. Especially if it came from your family or just love ones.”

“Sometimes it doesnt take more than the tone in someones voice to really wreck my day.  i dont like people who speak harshly.  unless they have a reason and i cant even really think of one off the top of my heard .  i was going to say if you broke something of theirs but even then why speak harshly?.  i would feel bad enough without some one ragging on me.  i cant remember the last time i raised my voice except singing or trying to get a taxi.  i learned from my late husband leo who grew up in an abusive foster home how awful it is to speak harshly.  leo was damaged in a way from the mental abuse, yelling, mocking, degrading he experienced and when i raised my voice at him  the first time, he expressed the agony he suffered and i never raised my voice or spoke harshly after that. it was easy once i understood.”

Words, atau kata-kata memang sangat berbahaya, salah satu senjata paling mematikan di dunia dan senjata ini dimiliki oleh semua orang. Kutipan-kutipan diatas adalah curahan hati dari orang-orang yang tinggal di wilaya barat, dimana kebudayaan di daerah tersebut adalah menggunakan direct communication / blak-blakan. Orang yang terbiasa dengan komunikasi tersebut saja masih dapat tersinggung dan berakibat berbahaya, bagaimana dengan orang-orang yg tinggal di daerah timur, yang tidak terbiasa dengan kata-kata tajam? Mungkin ini saatnya untuk kita untuk mulai membenah diri dan membiasakan menggunakan kata-kata yang lebih sopan namun tetap efektif. Setidaknya kita dapat menerapkannya kepada keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Seperti contoh puisi di bawah ini :

I ran into a stranger as he passed by.
“Oh excuse me please” was my reply.
He said, “Please excuse me too;
I wasn’t watching for you.”
We were very polite, this stranger and I.
We went on our way and we said good-bye.

But at home a different story is told,
how we treat our loved ones, young and old.

Later that day, cooking the evening meal,
my son stood beside me very still.
When I turned, I nearly knocked him down.
“Move out of the way,” I said with a frown.
He walked away, his little heart broken.
I didn’t realize how harshly I’d spoken.

While I lay awake in bed,
God’s still small voice came to me and said,
“While dealing with a stranger, common courtesy you use,
but the children you love, you seem to abuse.
Go look on the kitchen floor,
you’ll find some flowers there by the door.”
“Those are the flowers he brought for you.
He picked them himself; pink, yellow and blue.
He stood very quietly not to spoil the surprise,
and you never saw the tears that filled his little eyes.”
By this time, I felt very small,
and now my tears began to fall.

I quietly went and knelt by his bed;
“Wake up, little one, wake up,” I said.
“Are these the flowers you picked for me?”
He smiled, “I found ’em out by the tree.”
“I picked ’em because they’re pretty like you.
I knew you’d like ’em, especially the blue.”
I said, “Son, I’m very sorry for the way I acted today;
I shouldn’t have yelled at you that way.”
He said, “Oh, Mom, that’s okay.
I love you anyway.
I said, “Son, I love you too,
and I do like the flowers, especially the blue.”

Akhir kata dari saya, words = deadly weapon.

Et ducit mundum per luce,

Prawedhi


Iklan

About prawedhi

Mahasiswa SBM-ITB 2011
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s