Design Thinking, a Lesson Learned from Adi Panuntun

Kuliah minggu lalu benar-benar membuka wawasan karna kelas saya mendapat kehormatan untuk dapat pelajaran dari guest lecture Adi Panuntun. Adi Panuntun adalah seorang lulusan jurusan DKV FSRD ITB angkatan 2007 dan memiliki sebuah production house bernama Sembilan Matahari. Salah satu karya terkenalnya adalah sebuah film Cin(T)a dan Kota Tua video mapping.

Sekarang mari kita bahas mengenai ilmu yang diajarkan oleh Guest Lecture kita di kuliah kmarin. Mr. Adi Panuntun mengajarkan konsep mengenai Design Thinking.

Design Thinking adalah pemikiran dalam otak kita dengan menemukan dan menggunakan ide-ide kita yang akhirnya dapat menciptakan sesuatu. Suatu konsep menarik dalam design thinking adalah pendobrakan asumsi-asumsi kita sendiri yang selama ini menghambat terealisasinya ide-ide kita. Seperti kita tahu, kebanyakan kita tidak berani mengekspresikan ide karna alasan-alasan seperti takut salah, takut idenya tidak diterima, takut dicemooh, dll. Alasan-alasan tersebut adalah asumsi-asumsi yang kita buat sendiri di otak kita dan akhirnya membuat ide kita tidak terekspresikan dan hanya terkurung di dalam otak kita saja. Dalam konsep Design Thinking, tidak ada ide yang salah, semua ide adalah benar. Oleh karna itu hal pertama yang harus kita lawan adalah diri kita sendiri, ketakutan kita dan asumsi-asumsi kita.

Beberapa contoh orang yang dapat dikategorikan sebagai Design Thinker adalah Pak Sosro, pendiri teh botol sosro dan Pak Tirto Utomo, pendiri Aqua.

Kedua tokoh tersebut dapat dikategorikan sebagai Design Thinker karna mereka berdua telah berhasil mendobrak asumsi-asumsi yang beredar pada masa mereka. Pada saat pendirian teh botol sosro dan air minum kemasan Aqua, masyarakat pada masa itu mencemooh dan menertawakan mereka. Sebuah ide mengenai teh di dalam botol dan air putih di dalam kemasan merupakan sesuatu yang aneh dan tidak berguna. Mereka berpikir, yang namanya teh ya di bikin dan di seduh sendiri dan yang namanya air putih ya diambil dari sumur. Namun Pak Sosro dan Pak Tirto mendobrak asumsi tersebut dan menciptakan produk Teh Botol Sosro dan Aqua, yang dapat kita lihat sekarang merupakan salah satu produk terbesar dalam negri.

Selain itu juga, Design Thinking juga mengajari kita untuk mulai berpikir untuk menyelesaikan sebuah masalah dari sudut pandang ato alternatif yang berbeda. Sebagai contoh adalah bagaimana cara kita untuk menyeberangi sebuah sungai dengan 2 buah papan kayu. Jawaban tipikal biasanya adalah untuk membuat sebuah jembatan. Namun dalam diskusi kemarin, sudah mulai muncul jawaban2 yang diluar dari asumsi kita biasanya, seperti menggunakan papan kayu tersebut untuk dijadikan tongkat gala dan melompati sungai tersebut, membuat perahu, bahkan ada yang bilang jalanin aja sungainya cetek kok ( walaupun ini sedikit ngasal, tapi memang tidak pernah ada penjelasan berapa kedalaman sungai tersebut, hal ini sudah menjadi contoh dalam mendobrak asumsi kita bahwa sungai itu memiliki kedalaman yang tinggi, makanya dikasi papan kayu ). Berpikir out of the box, atau berbeda dari asumsi2 sewajarnya adalah salah satu faktor dalam Design Thinking yang dapat membawa kita ke ide-ide baru yang luar biasa.

Nah, diakhir kuliah ini, Mr. Adi Panuntun memberikan kita challenge untuk menghubungkan sebuah apel dan boardmarker.


Salah satu hal yang terpikirkan oleh saya adalah keduanya memiliki sebuah nilai yang menyenangkan dan mempunyai “teman” yang menyebalkan. Coba kita pikir, sewaktu kita melihat sebuah apel, hal-hal yang terpikirkan oleh kita adalah sesuatu yang manis, enak, menenangkan, soft, lembut, dll. Berbeda sewaktu kita melihat salah satu temannya di kalangan buah, sebuah durian, hal yang terpikirkan pertama kali oleh saya adalah rusuh. Untuk membukanya saja untuk mendapat daging buahnya sudah harus pake tenaga, susah, capek, dll. Begitu dibuka baunya pun sangat menyengat. Jauh berbeda dengan apel. Berikutnya adalah board marker, ketika kita menggunakan board marker, sudah tentu kita senang melihatnya, penuh warna-warni, indah, dapat digunakan untuk menghias, nyaman untuk digunakan dll. Berbeda dengan temannya yang menyebalkan, sebuah kapur. Sudah warnanya tidak jelas untuk dibaca, kasar, mengotori tangan, berisik dan mengeluarkan bunyi yang mengilukan. Nah itulah kedua persamaan apel dan boardmarker menurut saya. Walaupun tidak terlalu nyambung, tapi tetap saja itu ide saya dan saya telah berani mengekspresikannya.

Nah untuk challenge kedua adalah sebuah case,

There are changes in the retail market place over the next 10 years. How should we response to these changes? Suppose there are 2 different people who want to address the issue:

1) Traditional Business Strategy Class

2) Innovation and Design Class

Will they have different answers?

Traditional Business Strategy

Membaca trend melalui report analitis, melakukan analisa yang berbasis pada rasional, objektif, dan realita yang dapat dikuantifikasi. Hasil yang diambil untuk memutuskan trend untuk future retail marketplace melalui logika dan angka-angka. Hal-hal seperti perhitungan ratio dan financial analysis menjadi acuan utama. Market research dan statistik juga sangat diutamakan.

Innovation and Design

Tidak terlalu mengandalkan analisa trend research dan lebih berbasis pada kenyataan, dan pengalaman yang lebih subjektif yang dinilai dari lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah eksperimen untuk mendapatkan peningkatan hasil, seperti turun langsung ke lapangan. Sehingga yang mengambil keputusan akhir adalah emotional dan experiences. Mereka tidak berusaha untuk memberikan hasil terbaik, karna hasil terbaik sendiri sudah merupakan asumsi, asumsi dari banyak orang atau mayoritas masyarakat. Yang mereka berikan adalah cara yang lebih baik, yang berbeda dan inovatif.

Oke sekian pembahasan Design Thinking dari saya.

Et Ducit Mundum per Luce,

Prawedhi 19008013

 

Iklan

About prawedhi

Mahasiswa SBM-ITB 2011
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s